Pelatihan Literasi Digital dan Kewirausahaan diselenggarakan oleh XLSMART merupakan rangkaian program XLSMART Peduli Disabilitas Berdaya 2025. Teknologi saat ini dapat diakses siapa pun dan kapan pun, tidak terkecuali penyandang disabilitas. XLSMART Peduli (XLSP) menjadi program yang memfasilitasi serta mendukung ekosistem disabilitas untuk setara berdaya mengakses teknologi dan pemanfaannya.
Untuk menjangkau peserta tanpa batas wilayah, XLSMART melalui program CSR Peduli Disabilitas Berdaya 2025 mengadakan pelatihan secara daring. Ratusan peserta disabilitas hadir melalui ruang virtual pada Kamis (18/9/2025). Peserta kegiatan dengan ragam disabilitas seperti tuli, daksa, netra, low vision, HoH (Hard of Hearing), fisik, mental, intelektual, dan dwarfisme yang berasal dari 60 kota/kabupaten dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, sampai dengan Papua.
Pelatihan online ini merupakan ketiga kalinya diadalan XLSMART sejak Juni 2025. Rencananya rangkaian kegiatan XLSP Peduli Disabilitas Berdaya akan kembali diadakan secara daring pada akhir Oktober 2025.

Pelatihan Daring 18 September 2025
Didukung narasumber berpengalaman, pelatihan online XLSP Disabilitas Berdaya berlimpah ilmu serta membuka ruang silaturahmi tanpa batas. Para mentor memberikan pelatihan online diawali dengan materi ”Literasi Keamanan dan Etika Digital” oleh Dr. Dani M. Akhyar, S.T., M.Si – Head of Corporate Communication & CSR XLSMART. Pelatihan berlanjut dengan penguatan mindset wirausaha oleh mentor Shanti Maya S.Psi., CHRP – Certified NLP Peak Performance Indonesia. Sesi terakhir dibimbing mentor Fawwaz Ibrahim – BNSP Certified Digital Marketing dan Direktur Eksekutif Bloggercrony menyampaikan materi pelatihan AI Tools untuk Content Marketing di Media Sosial.

Rangkaian pelatihan online yang dimoderatori Helen Simarmata berlangsung interaktif mulai pagi hingga siang hari, dengan dukungan akses Juru Bahasa Isyarat untuk membantu teman tuli mengikuti pelatihan.

Sekilas XLSMART Peduli
XLSMART Peduli merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki oleh XLSMART. Kesuksesan program XLSMART Peduli Disabilitas Berdaya tak lepas dari kolaborasi lintas organisasi sosial.
Melalui kolaborasi lintas organisasi sosial dan berbagai pihak yang memiliki kredibilitas, XLSMART menjalankan fungsi dan peran tanggung jawab sosial didukung oleh Daarut Tauhiid Peduli (DT Peduli) dengan fasilitator literasi digital Komunitas Bloggercrony Indonesia (BCC) bersama fasilitator peserta Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).
Tren pertumbuhan lingkungan kewirausahaan inklusif yang semakin meningkat, dengan partisipasi aktif penyandang disabilitas, ditambah dukungan dari masyarakat yang sudah mulai terpapar informasi tentang kesetaraan dan inklusivitas, menjadi titik tolak penting untuk mendorong penyandang disabilitas ikut ambil bagian secara aktif dalam membangun usaha di era digital.
Pemanfaatan media digital juga memberikan akses besar terhadap teman-teman disabilitas terjun dalam bidang kewirausahaan, Dukungan berupa pelatihan literasi digital dan kewirausahaan menjadi salah satu kemampuan kunci yang dapat membuka akses lebih luas lagi dalam meningkatkan kemampuan, serta memperluas cakrawala informasi yang mereka butuhkan dalam membuat usahanya terus berkelanjutan.
Literasi Keamanan dan Etika Digital
“Teknologi adalah jembatan. Dengan literasi digital yang baik, penyandang disabilitas bisa menembus batas-batas fisik dan menemukan peluang baru di ruang digital,” ucap Dani M. Akhyar, S.T., M.Si sebagai Head of Corporate Communication & CSR XLSMART dalam sambutan pembukaan kegiatan.
XLSMART menegaskan bahwa literasi digital bukan sekadar keterampilan memakai gawai. Lebih dari itu literasi digitl menjadi kunci untuk membuka akses menuju masa depan yang lebih setara.
Dani juga memperlihatkan dalam slide presentasi dalil Al Quran yang memiliki hubungan dengan literasi. Penting untuk meneliti kebenaran berita yang diterima agar informasi tidak menjerumuskan. Dalam konteks hukum di Indonesia, ada Undang-Undang ITE yang mengatur perihal berita palsu, ujaran kebencian, dan lain sebagainya. Ada pula 4 area kompetensi lietarasi digital yang diterangkan, digital skills, digital ethics, digital culture, sampai dengan digital safety.

Mindset Wirausaha Digital
Materi kedua diisi oleh Shanti Maya, membahas mindset wirausaha yang masih erat kaitannya dengan perkembangan teknologi. Fakta menunjukkan dunia digital bergerak serba cepat, dinamis dan terus lahir inovasi terkini.
Santi dalam sesi pelatihan turut mengapresiasi keterlibatan aktif ratusan peserta daring yang berasal dari 60 kota dan kabupaten se-Indonesia.
“Saya salut kepada teman-teman peserta. Karena rata-rata sudah memiliki akun media sosial. Bahkan akrab dengan kecerdasan buatan (AI) seperti Gemini, ChatGPT, Meta AI, dan Microsoft Adobe. Luar biasa melihat profil dari peserta,” ungkap Shanti bersemangat.

Shanti menyampaikan harapannya kepada teman-teman disabilitas agar bisa menjadi diri dengan versi terbaik. Salah satu materi yang disampaikan dalam pelatihan membahas secara rinci bagaimana menjadi excellent entrepreneur.
AI Tools untuk Content Marketing

Materi yang sedang digermari di era digital, yakni AI, juga diberikan melalui daring, oleh XLSMART Peduli Disabilitas Berdaya dengan menghadirkan Fawwaz Ibrahim.
Fawwaz mengemukakan bahwa sekarang ini pembeli makin selektif dan jeli, mereka tidak mau diberi iklan yang memaksa, “Istilahnya, pembeli nggak mau dikasih iklan hard selling. Maunya, iklan yang memberi nilai lebih kepada pembeli.”
Narasumber yang juga adalah Direktur Eksekutif Komunitas Bloggercrony Indonesia ini memberikan tips konten digital. Disampaikannya bahwa membuat konten haruslah yang bermanfaat, inspiratif, dan menghibur. Membuat konten juga harus berjadwal, agar akun yang dikelola juga memiliki performance baik, seperti membuat reels tiga kali seminggu, feeds, atau instagram story. Bagus juga dengan saling berkunjung ke akun lain guna membangun relasi.
Perihal materi Ai Tools, Fawwaz mengibaratkan bahwa AI Tools seperti teman ngobrol yang siap membantu kapan saja dan di mana saja. Tidak hanya dari sebuah tulisan atau foto, tetapi juga video. AI generatif ini sangat mudah digunakan, hanya perlu memberikan instruksi/perintah/prompt. Nah, semakin detail prompt yang diberikan akan semakin mempengaruhi kualitas hasil AI Tools untuk kontennya. Fawwaz juga berpesan agar teman-teman menggunakan AI Tools ini dengan bijak, dan memahami etika dan etiket saat membuat konten.
Pelatihan daring semakin menarik dengan adanya apresiasi berupa hadiah uang elektronik kepada partisipan yang aktif bertanya dan praktik baik dengan mengunggah postingan di media sosial.


