BloggerHangout #60, Kelas Privat Public Speaking for Broadcasting Bersama Anwari Natari

Minggu, 24 Juli 2022 di markas BCC Cipete, hadir Mas Anwari Natari yang akrab disapa Mas Away sebagai narasumber dan Wardah Fajri yang akrab disapa mbak Wawa sebagai host. Hadir juga co-founder dan BCN / pengurus BCC dalam Kelas Public Speaking. Tentu ini menjadi pengalaman berharga bagi Novarty dan Nurul yang terpilih sebagai peserta pelatihan pada offline BloggerHangout yang didukung oleh Cera Production, Official Merchandise Partner Bloggercrony Community.

Pengertian Public Speaking

Pada dasarnya public speaking adalah sebuah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menyampaikan atau mempresentasikan secara lisan suatu topik atau masalah di depan khalayak. Bisa juga dikatakan berkomunikasi dengan audiens secara lisan. Public speaking merupakan soft skill di luar akademik yang bisa dipelajari.

Ada perbedaan utama antara public speaking dan percakapan, yaitu pesan yang disampaikan. Dalam public speaking, pesan yang disampaikan lebih terstruktur dengan tata bahasa yang lebih formal dibandingkan dengan percakapan. Sikap tubuh lebih sopan agar terkesan baik dan nyaman jika dilihat oleh publik.

Bukan SekadarJago Ngomong

Mas Away mengatakan, ketika berbicara langsung di muka umum atau kamera, tidak cukup hanya percaya diri karena jago ngomong, melainkan punya niat baik. Niat baik dari nilai ibadah yang baik itu penting. Apapun yang disampaikan harus jadi manfaat.

Pembicara mesti punya persona (karakter), ekspresi, pangsa penonton, kesadaran bersaing, konsistensi dan lain-lain. Perhatikan body movement, artikulasi, empati dan segala persiapan matang sebelum mulai menyampaikan informasi.

Menurut mas Away, belajar public speaking itu penting, setidaknya tujuannya sebagai berikut:

Tujuan Public Speaking

  1. Menyampaikan informasi. Beragam informasi dapat dibawakan seperti pidato, pengumuman, berita dan sebagainya.
  2. Memberikan motivasi. Motivasi dapat meyakinkan dan mengubah sudut pandang bagi audiens yang mendengarkan.
  3. Meyakinkan audiens. Contohnya adalah Steve Jobs, pendiri Apple yang mampu meyakinkan orang-orang di seluruh dunia tentang fitur-fitur produk Apple agar mereka yakin untuk membelinya.
  4. Menghibur audiens. Stand Up Comedy, misalnya. Materi kelucuan diterima audiens jika mereka tertawa.
  5. Mengendalikan suasana. Suasana akan lebih hidup jika memiliki pembicara yang baik.

Kunci Agar Public Speaking Berhasil

Percaya Diri

Arahkan pikiran penyebab deg-degan ke perasaan excited, sehingga bersemangat untuk memberikan yang terbaik. Atur mindset. Deg-degan bukannya buruk, malah baik sebagai pertanda bahwa tidak menganggap sepele acara atau kegiatan tersebut. 

Persiapan

Yang percaya diri adalah yang melakukan persiapan sebaik mungkin. Kenali siapa audiens dan kondisinya agar bisa mengatur segala sesuatunya sesuai porsi. Perlihatkan ekspresi dengan jelas. Jika dibutuhkan, gunakan gerakan tubuh untuk mendukung.

Perhatikan pula lingkungan sekitar, pastikan tidak ada gangguan ketika tampil agar lebih fokus. Tampilan diri juga mempengaruhi performa. Jadi, pastikan riasan, rambut, hijab, hingga outfit yang dikenakan.

Optimalkan alat yang ada dan pastikan semuanya berfungsi dengan baik. Karena, alat yang digunakan sangat memengaruhi kualitas performa.

Latihan

Mas Away mengatakan, “butuh latihan agar menjadi sebuah keterampilan, dan butuh latihan lebih ekstra lagi agar menjadi reflek.”

Public speaking merupakan kemampuan yang tergantung dengan latihan. Semakin sering latihan, maka semakin baik pula perkembangannya. Malah bisa menjadi refleks yang bisa ter-lakukan dengan baik sendirinya. 

Mas Away memberi detail apa saja yang perlu dilatih. Sangat bermanfaat untuk jadi bekal latihan di rumah.

Artikulasi, Intonasi, Ekspresi.

Artikulasi adalah kejelasan berbicara; intonasi merupakan penekanan atau irama kalimat yang diucapkan; serta, ekspresi adalah raut wajah atau tubuh saat berbicara.

Ada dua cara mudah untuk melatih ketiganya, yaitu dengan dramatic reading dan memanfaatkan huruf tertentu. Untuk melatih kelenturan saat berbicara, ucapkan huruf-huruf berikut :

A, I, U, E, O : melatih vokal

B, P : melatih pertemuan bibir atas dan bawah

R, L  : melatih pertemuan lidah dan gigi bagian dalam

V, F : melatih pertemuan bibir dan gigi

T, D : melatih pertemuan lidah dan langit-langit mulut

Empati.

Berempati dengan audience juga penting dilatih oleh para pembicara. Bagaimana menyapa, memandang dan menatap.

Oleh karenanya, kontak mata sangat diperlukan. Harus adil memperlakukan audience dan jangan sampai membedakan.

Jika berbicara di depan kamera, maka lensa kameralah yang dianggap sebagai mata audience.

Jeda

Banyak peran jeda dalam berbicara yang menguntungkan pembicara dan audience. Berbicara terlalu cepat, pastinya tidak nyaman didengar.

Dengan memberi jeda, akan ada waktu bagi pendengar untuk mencerna. Selain itu, bila butuh waktu berpikir, jeda juga bisa menjadi penyelamat Si Pembicara.

Cara melatih jeda ini bisa dengan menghafal kata-kata transisi. Atau diam sejenak,asalkan bisa diatur, jadi tidak terlihat seperti bingung.

Praktek dan Review

Peserta diberi waktu 2 menit untuk mempersiapkan diri, setelah sesi penyampaian materi selesai. Kemudian, peserta mendapatkan waktu selama 5 menit untuk praktek di depan kamera.

Setelah sesi praktek, mas Away pun memberikan penilaiannya. Koreksi yang diberikan tidak banyak. Karena secara keseluruhan, semua peserta dianggap sudah paham dengan materi dan sebenarnya sudah layak untuk menjadi seorang speaker.

Terakhir, mas Away memberi sebuah kalimat sebagai penutup,

“Kalau mau bermanfaat ke banyak orang, harus belajar public speaking.”

Kontributor artikel: Novarty dan Nurul Sufitri – BCC Squad domisili Jabodetabek
Editor: Risalah Husna – BCN Squad domisili Jabodetabek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *